Showing posts with label flashsing. Show all posts
Showing posts with label flashsing. Show all posts

Wednesday, August 14, 2019

mengatasi text hilang pada samsung GT-C3520i: 






1. Buka research download.exe kemudian pilih firmware: sc8501c_Samsung_CitrusVE_SEA.pac

2. Pilih load packet

3. Pilih Settings kemudian centang MMISC dan masukkan filenya : mmi_res_240x320_csc.bin

4. Centang PRELOAD_SYS dan isi filenya : preload_sys_img.bin

5. Pilih option dimenu setting pada menu nand flash centang repartition dan pada menu reset centang reset to normal

6. Tekan start downloading dan colok hh ke kabel usb sambil menahan angka 1 pada hh dan masukkan battery setelah proses flashing berjalan

7. Tunggu sampai proses flashing selesai dan hh akan rebot otomatis ke mode normal dengan tersambung ke kies mode.

Selamat hh agan kembali normal dari gagal flash dan hilang text.

tombol bot angka 1

File nya sudah di coba 100% working



DOWNLOAD    dari google drive

Wednesday, August 07, 2019

Cara flash samsung A10 tested





 bagi anda yang mengalami kendala karena kesalahan download, aplikasi error, touchscreen tidak sensitif, memory internal virusan, loading bootloop, hingga mati total bisa dilakukan update firmware dari jellybean ke kitkat selama terdeteksi di driver computer.

 jika memungkinkan anda juga bisa melakukan RESET Galaxy A10 SM-A105 dengan menekan tiga kombinasi tombol. 

pada saat posisi hp off tekan dan tahan tombol Vol Up+Home+Power hingga muncul gambar robot android. lalu lakukan wipe user data tapi terkadang ini tidak cukup membantu HH kadang memang membutuhkan Flashing Update


  • Tool Flashing Update Firmware Samsung Galaxy A10 SM-A105 :

  1. Usb driver disini atau samsung kies disini
  2. Odin v3 disini
  3. Latest Stock Rom Firmware Galaxy A10 SM-A105FDD disini
  4. Latest Stock Rom Firmware Galaxy A10 SM-A105GDX disini

  • Panduan Flashing Update Samsung Galaxy A10 SM-A105 :

  1. Install Usb Driver samsung atau samsung kies di Computer anda
  2. Extrak firmware Samsung Galaxy A10 SM-A105 dengan win rar hingga menemukan file .md5
  3. Matikan galaxy anda. tekan dan tahan tombol Vol bawah+Home+Power hingga muncul download mode
  4. Pilih lanjutkan dengan menekan volume atas
  5. sambungkan Hp ke computer dengan kabel Usb
  6. Buka odin3 dan lihat apakah di kolom ID:COM berwarna biru jika belum  bewarna biru ulangi langkahnya dari no 3
  7. Jika ID:COM sudah berwarna biru berarti sudah siap ke tahap proses Flash
  8. Klik PDA pada odin dan arahkan file firmware yang di extrack tadi dan pilih SM-A105XXXopoikiXXX.md5 angaplah gitu nama filenya
  9. Tunggu sebentar hingga odin success menyiapkan file
  10. Klik START di odin Tunggu sampai proses selesai (PASS) Galaxy inti restart otomatis. selesai

Cara Flash Xiaomi Redmi 6 Pro via MiFlashTool

Sebelum kita membahas tutorial cara flash Xiaomi Redmi 6 Pro, kita perlu siapkan dulu semua bahan yang dibutuhkan. Beberapa bahan flash Xiaomi Redmi 6 Pro yang Anda perlu siapkan diantaranya adalah..

Bahan Flashing Redmi 6 Pro

  1. Download Firmware/ROM MIUI Xiaomi Redmi 6 Pro. Jangan sampai salah pilih.
  2. Download USB Driver Xiaomi Redmi 6 Pro (adb)
  3. Download MiFlashTool (Pilih yang versi terbaru).
  4. PC/komputer Windows
  5. Kabel USB yang masih bagus

Syarat Flashing Redmi 6 Pro

  1. Lakukan Backup data ponsel anda jika memungkinkan. Tapi kalau kondisi HP dalam keadaan hardbrick atau bootloop, lewati saja langkah ini.
  2. Pastikan ponsel Redmi 6 Pro yang akan diflash sudah Unlock Bootloader (UBL). Karena jika belum UBL, kemungkinan besar flashing akan gagal.
Jika tidak yakin apakah hp Xiaomi anda sudah UBL atau belum, anda bisa mengeceknya. Untuk mengecek status Unlock Bootloader pada Xiaomi Redmi 6 Pro, ikuti langkah – langkahnya di bawah ini:
  1. Pertama – tama Anda masuk ke menu Settings.
  2. Setelah itu Anda bisa langsung pilih menu About Phone.
  3. Tekan sebanyak 7 kali pada MIUI Version sampai Anda tahu notifikasi bahwa Anda masuk ke dalam mode Developer.
  4. Lalu kembali saja ke menu Settings, kemudian pilih Additional Settings.
  5. Pilih Developer Options
  6. Pilih Mi Unlock Status
Xiaomi Redmi 6 Pro Belum UBL
Jika disana terdapat logo gembok. Disana juga tertulis pilihan “This Device is locked”. Kotak dialog tersebut artinya ponsel Anda masih belum di Unlock Bootloader (UBL). Anda bisa membaca tutorial ini untuk melakukan UBL: Cara Unlock Bootloader (UBL) Xiaomi.

Langkah Flashing Redmi 6 Pro

Kalau sudah semua langkah diatas Anda lakukan dan semua bahan Anda siapkan, segera lakukan cara flash Xiaomi Redmi 6 Pro di bawah ini:


  • Pertama – tama Anda perlu ekstrak file MiFlashTool dan Install USB Driver Xiaomi yang Anda sudah download tadi.
  • Lalu ekstrak file firmware/Stock ROM Xiaomi Redmi 6 Pro tadi.
  • Selanjutnya buka folder hasil ekstrak MiFlashTool.zip.
  • Kemudian cari file XiaoMiFlash.exe, lalu klik kanan dan pilih Run as Administrator untuk membukanya.
Cara Flash Redmi 6 Pro Bootloop
XiaoMiFlash.exe => Run as Administrator
  • Setelah MiFlash terbuka, selanjutnya klik tombol select yang dapat Anda temukan di bagian pojok kiri atas. Lalu arahkan ke lokasi folder hasil ekstrakan firmware/Stock ROM Redmi 6 Pro.
Cara Flash Xiaomi Redmi 6 Pro
  • Kemudian silahkan Anda pilih opsi Clean All, ini lebih kami rekomendasikan untuk Anda agar semuanya bersih setelah dilakukan flashing.
  • Masuk pada mode fastboot di Xiaomi Redmi 6 Pro dengan Anda tekan tombol Volume Bawah + Power. Begini tampilan mode fastboot Xiaomi.
Tampilan Fastboot mode Xiaomi Redmi 6 Pro
  • Jika sudah masuk ke mode fastboot silahkan sambungkan Xiaomi Redmi 6 Pro ke laptop atau PC.
  • Pada bagian Mi Flash, pilih refresh supaya software mendeteksi perangkat Xiaomi Redmi 6 Pro.
  • Selanjutnya silahkan Anda klik tombol Flashuntuk memulai proses flashing. Tunggu sampai proses semuanya selesai, seperti di bawah ini.
Flashing Xiaomi Redmi 6 Pro Berhasil
Jika prosesnya selesai, Xiaomi Redmi 6 Pro akan restart dengan sendirinya. Akan tetapi jika Anda belum pernah flash, pertama kalinya biasanya akan butuh waktu lama saat proses booting berlangsung .
Jadi, Anda harus bersabar.

Sunday, August 06, 2017

Memahami Flashing dalam Android

Banyak dari kita yang menemukan beragam masalah terjadi pada HP yang kita gunakan sehari-hari terutama Android. Baik karena masalah hardware maupun software. Namun umumnya masalah yang terjadi pada HP Android mayoritas berkisar pada masalah software seperti hang, bootloop, force stop hingga gangguan virus atau malware.
Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan flashing yang diartikan sebagai penginstallan ulang system pada smartphone. Flashing merupakan cara yang termasuk ampuh untuk mengatasi kendala yang terjadi pada HP Android kalian. Bahkan kalian bisa melakukannya sendiri dengan cara flash HP Android berikut ini
Flashing dalam arti sempitnya merupakan proses penginstallan ulang HP Android menjadi seperti tampilan awal. Tampilan HP kamu akan kembali seperti semula dengan software-software bawaan yang telah disediakan oleh brand HP kamu. Itu artinya dengan melakukan flashing maka kamu akan kehilangan semua aplikasi dan data yang sudah terinstall dan tersimpan pada memori internal.
Kalian dapat melakukannya secara manual maupun melalui service center HP milikmu. Namun tentunya itu tergantung dari brand HP yang kamu gunakan karena terkadang ada beberapa brand yang tidak memungkinkan untuk melakukan flashing manual. Akan tetapi pada garis besar saat ini flashing memiliki arti yang jauh lebih luas dari sekedar penginstallan ulang.
Flashing biasa digunakan untuk smartphone yang benar-benar memiliki gangguan dalam pemakaian software, seperti bootloop, softbrick, HP yang mati suri bahkan hingga HP yang sudah mati total sekalipun. Menggunakan flashing akan menginstall kembali sistem operasi yang telah rusak menjadi seperti semula. Selain dapat menginstall ulang, menggunakan flashing juga bisa untuk memodifikasi penginstallan sistem operasi dengan fitur-fitur di luar yang disediakan hingga mengcustom ROM pada smartphone. Flashing juga bisa memungkinkan kita untuk mengupgrade maupun mendowngrade sistem operasi pada smartphone.

Fungsi Flashing
Fungsi dari flashing sangatlah banyak, terlebih dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada smartphone kamu. Hal ini karena kerusakan paling rentan terjadi pada bagian software dan hal inilah yang mampu diatasi dengan melakukan flashing. Jadi kamu memiliki kemungkinan untuk bisa mengembalikan fungsi dari smartphone kamu seperti sediakala dengan melakukan flashing. Tentunya hanya untuk masalah yang berkisar pada fungsi software, karena bila ternyata hardwarenya yang mengalami kerusakan maka tidak mungkin bisa teratasi dengan menggunakan flashing. Beberapa masalah yang biasanya terjadi dan diselesaikan dengan flashing:
  • Smartphone yang sering hang
  • Smartphone yang memiliki masalah force stop yaitu berhentinya aplikasi yang sedang digunakan secara tiba-tiba
  • Smartphone yang mengalami loading bootloop
  • Smartphone tidak merespon boot
  • Lupa kata sandi ataupun kunci pola pada smartphone
  • Adanya gangguan virus atau malware pada smartphone

Manfaat Flashing 
Setelah melakukan flashing tentunya kamu akan merasakan perubahan pada kinerja smartphone kamu. Kamu akan merasakan beberapa manfaat pada smartphone kamu, seperti berikut:
  1. Hilangnya masalah yang terjadi sebelum melakukan flashing seperti hang, bootloop maupun force stop.
  2. Smartphone kamu akan memiliki performa maksimal yang lebih fresh seperti baru pertama kali kalian beli.
  3. Menghilangkan virus-virus atau malware yang ada pada smartphone kamu sebelumnya.
  4. Menghapus data-data yang tidak diperlukan seperti cache atau sampah-sampah tersembunyi dan mengendap pada smartphone ketika menghapus suatu aplikasi atau menghapus suatu file yang tidak tuntas secara keseluruhan sehingga smartphone kamu akan terlihat lebih bersih dalam segi file memory.
  5. Dapat memungkinkan kamu untuk mengupgrade atau mendowngrade operasi sistem sesuai yang kamu inginkan.
  6. Memiliki tampilan yang baru ketika kamu berhasil melakukan upgrade OS melalui flashing.
  7. Memiliki ketersediaan maupun performa yang maksimal pada ROM ketika menggunakan flashing untuk melakukan custom.
Cara Melakukan Flashing HP Android

1. Menggunakan Fitur Recovery
Cara paling mudah untuk melakukan flashing adalah dengan menggunakan fitur recovery yang sudah tersedia pada smartphone yang kamu miliki. Kamu hanya tinggal menggunakannya dengan cara masuk ke dalam menu pengaturan dan pilihlah menu recovery HP. Sebelum melakukan recovery kamu akan ditawarkan untuk membackup data dahulu. Sebaiknya kamu melakukannya jika memang kamu memiliki beragam data penting pada smartphone kamu. Kamu bisa melakukan penyimpanan melalui aplikasi penyimpanan eksternal maupun membackup pada kartu memory eksternal atau memindahkan data ke perangkat lain seperti PC dan laptop.
Setelah itu kamu bisa langsung mengaktifkan proses recovery yang akan berjalan beberapa saat hingga akhirnya operasi system kamu akan tampil seperti smartphone yang baru saat kamu beli. Selain cara tersebut kamu juga bisa menggunakan fasilitas kombinasi tombol volume dan tombol power untuk masuk ke dalam menu recovery, tetapi sebelumnya kamu harus mematikan smartphone kamu terlebih dahulu.
Namun cara menggunakan fitur recovery ini hanya bisa digunakan untuk masalah smartphone yang tidak terganggu pada proses pengaktifan dan masih bisa digunakan. Jika kamu memiliki masalah pada kasus smartphone yang mati suri atau mati total tentunya kalian tidak bisa menggunakan langkah ini.

2. Tanpa Menggunakan PC atau Laptop
Melakukan flashing HP tanpa menggunakan PC atau Laptop dapat kamu lakukan dengan menyiapkan beberapa bagian pendukung yaitu:
  • Firmware atau stock rom, yaitu file OS yang sudah menyatu dan akan dimasukkan ke dalam HP saat proses flash berlangsung. Kalian bisa mendapatkan file ini melalui internet ataupun website resmi brand dari HP yang kalian miliki.
  • Install CWM, pada HP kalian yaitu aplikasi untuk merecovery HP kalian namun bedanya aplikasi ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan fitur recovery yang telah tersedia di HP kalian.
Setelah sudah siap dengan perangkat pendukung, maka kita akan memulai langkah flashingnya. Berikut tahapannya:
  • Kalian harus sudah menyimpan file firmware pada SD card smartphone kamu.
  • Kemudian masuklah ke menu CWM recovery.
  • Kalian dapat menggunakan kombinasi tombol power dan volume untuk masuk ke menu
  • Setelah masuk ke dalam menu CWM maka pilihlah Wipe Factory atau Data Reset (gunakan tombol volume untuk melakukan scrolling).
  • Kemudian pilihlah menu Wipe Cache Pastition, jika setelahnya terdapat pilihan menu Wipe Dalvik Cache maka pilihlah menu tersebut namun jika tidak ada maka tidak masalah, kamu bisa meneruskan dengan langkah selanjutnya.
  • Pilihlah menu Install Zip from SDcard kemudian cari firmware yang telah kamu simpan di awal tadi
  • Setelah itu proses flashing akan berlangsung selama kurang lebih 10 menit.
  • Langkah terakhir lakukanlah reboot system, maka kamu telah berhasil melakukan flashing.

3. Menggunakan PC atau Laptop
Harus kamu ketahui bahwa tidak semua smartphone bisa berhasil melakukan flashing tanpa PC atau Laptop. Karena memang ada beberapa tipe HP yang memang harus melakukan flashing dengan bantuan PC atau laptop. Untuk melakukan flashing dengan menggunakan PC atau laptop kamu harus menyiapkan beberapa perangkat seperti:
  • Firmware atau stock rom, yaitu file OS yang sudah menyatu dan akan dimasukkan ke dalam HP saat proses flash berlangsung. Kalian bisa mendapatkan file ini melalui internet ataupun website resmi brand dari HP yang kalian miliki.
  • Driver Smartphone, yaitu bisa berupa CD drive yang didapatkan saat membeli smartphone atau kalian juga bisa mendownloadnya pada internet. Driver ini harus kalian install pada PC atau laptop yang kalian gunakan untuk membuat perangkat mengenali smartphone kalian ketika telah disambungkan.
  • Software Flashing, bagian terpenting untuk melakukan proses flashing adalah menginstall software flashing pada PC atau Laptop yang kamu miliki. Ada beragam software flashing yang bisa kamu dapatkan di internet. Namun software yang paling banyak digunakan biasanya adalah SP Flashtool, Odin atau Research Download.
Setelah semua perangkat tersedia maka kamu bisa mulai untuk melakukan flashing. Kali ini saya akan memberikan contoh dengan menggunakan software Odin yang biasa digunakan untuk smartphone Samsung.
  • Ekstrak semua file yang telah didownload seperti firmware dan install driver serta software flashing pada PC atau laptop.
  • Kemudian matikan smartphone kamu serta cabut baterainya selama 10 detik.
  • Masuklah ke dalam mode download dengan kombinasi tombol Volume Down, Home dan Power secara serentak hingga muncul tulisan Warning pada layar smartphone kalian.
  • Jika sudah, kalian dapat menghubungkan smartphone kalian dengan menggunakan kabel data ke PC atau laptop lalu bukalah aplikasi Odin yang sudah kalian install.
  • Lihat bagian yang bertuliskan ID:COM jika tidak ada berarti smartphone kalian belum terkoneksi dengan baik dan ulangi penyambungan kabel data.
  • Jika tulisan ID:COM telah muncul maka kamu bisa menceklist pada kolom Auto Reboot dan Nand Erase All.
  • Klik pada tombol AP dan carilah file firmware yang telah kamu sediakan.
  • Setelah itu kalian bisa memulai proses flashing dengan mengaktifkan tombol start, jika sudah berubah menjadi tulisan Pass maka proses flashing telah selesai.

4. Menggunakan Box Flashe r
Cara paling ampuh dari semua flasher adalah dengan menggunakan box flasher. Box flasher ini biasa digunakan oleh para pemilik jasa service HP. Jadi jika kalian ingin menggunakan langkah ini kalian harus membeli alat Box Flasher tersebut. Harganya terbilang lumayan mahal jika kamu hanya ingin memakainya sesekali dan untuk pribadi saja. Box flasher yang umumnya dipakai dan memiliki kelengkapan universal untuk beragam jenis HP adalah UFS HWK Tornado.
Langkah untuk melakukan flashing menggunakan Box flasher yaitu:
  • Pertama kamu harus melakukan installasi Box flasher ke PC kamu.
  • Setelah proses installasi selesai, kamu bisa segera menyambungkan HP ke Box Flasher kamu dengan menggunakan kabel flash.
  • Lalu jalankan software UFS, pilih tipe smartphone kamu di bagian kanan bawah toolbar UI setting dan klik pada tool bar Check setelahnya.
  • Kemudian pada bagian bar yang bernamakan tipe smartphone kamu, klik pada kolom product dan pilihlah type smartphone kamu.
  • Setelah itu kamu juga harus mengisi bagian kolom MCU, PPM dan CNT sesuai dengan type smartphone kamu
  • Jika semuanya telah selesai maka kamu bisa memilih tombol “Start” atau “Flash” yang memiliki fungsi berbeda.
Tombol “Start” akan melakukan flashing secara menyeluruh pada smartphone kamu sedangkan tombol “Flash” biasa digunakan bagi mereka yang hanya sekedar ingin mengupgrade sistem smartphonenya.
Begitulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk flashing HP yang kamu miliki. Namun tentunya melakukan flash juga memiliki beberapa dampak negatif seperti berkurangnya masa hidup smartphone alias smartphone jadi mudah rusak, kemungkinan terjadinya mati total pada smartphone bila terjadi kegagalan saat flashing hingga dampak hilangnya masa garansi smartphone. Maka dari itu bagi kalian yang memiliki smartphone dengan masa garansi yang aktif maka ada baiknya melakukan flashing pada service center. Karena jika kamu melakukan sendiri atau melakukannya pada jasa service di luar maka otomatis masa garansi kamu akan dibatalkan.